Selasa, 23 Oktober 2012
how to get ur happynes
Perjalanan hidup yang ada saat ini harus dijalani, apapun itu, manusia tidak akan pernah pantas untuk melawan, menolak bahkan menghujat SANG MAHA DI ATAS SEGALA MAHA.
Pun dengan keputusanku saat ini, melawan orang tua, meninggalkan keluarga dan menikah. Kehidupan terus berjalan, haripun terus berganti seakan tidak peduli dengan apapun yang terjadi, tak peduli walaupun harus berlari atau tertatih. Aku belum memahami arti dari sebuah perjalanan, ya perjalanan kehidupan di mana aku bisa merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan seakan semu, tidak ubahnya seperti mimpi yang datang sekejap dan hanya dapat dinkmati dalam tidur yang sunyi. Perempuan, Laki-laki, menjadi suami atau istri, memerikan atau menerima apa semua itu?????adakah kebahagiaan di sana?hah, kehidupan itu mlik sendri, tanpa siapapapun.
Tidak peduli siapa kamu, laki-laki atau perempuankah kamu, beristri atau bersuamikah kamu???kebahagiaan tetap hanya akan kamu dapat dari diri kamu sendiri. suami, orang tua, kerabat, mereka hanya teman atau hiasan perjalanan kehidupanmu, mereka tidak akan bisa memberikan kebahagiaan itu kepada kamu.
Bahkan dalam berhubungan intim pun suami atau istrimu hanya pemuas nafsumu, partner dalam pencapaian pelepasanmu tidak ada tntutan, kalian tetap pribadi masing-masing yang tidak bleh merasa memiliki, tidak boleh menuntut, dan tidak boleh merasa memberi.
Kenyataannya semua kosong, kosong tak berisi, kehidupan tetaplah kehidupan yag harus kamu jalani sendiri, tanpa suatu pengharapan pada siapapun dan sampai kapanpun.
Jumat, 20 Juli 2012
ibu
ibu,sampai kapanpun ibu tidak terganti
setiap denyut jantung akan selalu ak ingat
ibu,maafkan ak yang belum bisa memberikan kebhagiaan,sudah berani menorehkan luka yg dalam
membuat ibu merasa tidak berarti dan dihormati
seperti apa ak saat ini bu,
ak yang selalu bersembunyi dalam pelukmu
ak yang selalu mencium keningmu
dan ak yang selalu meragkul pundakmu
itu beberapa waktu yang lalu
dengan siapa ibu sekarang berbagi cerita?
dengan siapa ibu akan menangis?
dengan siapa ibu akan berguling sambil tertawa
ibu,ak yang sombong tidak pernah akan menyerah
ak yang durhaka tidak akan membuat semua menjadi lebih parah
di sini
dalam kehidupan baruku
ak bersumpah demi diri dan hidupku
ak tidak akan pernah menyerah
sampai ak bisa tunjukkan pada dunia
ak bisa menjadi org yg bermanfaat
ak yang durhaka masih bisa menyayangi ibu dengan segala kebaikan
yang akan ak bawa sampai mati
dan ak bisa,karena ibu yang mendidik dan menyayangiku
#luv u mom#
Sabtu, 14 Juli 2012
keputusan dan langkah yang sangat berat untuk aku lalui
entah apa yang akan terjadi nanti, semua hanya menjadi rahasia kehendakMu
saat ini aku hanya menyakini apapun itu yang harus aku jalani adalah garis tinta nasibku yang Kau tuliskan untukku
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ibuku saat ini
Tuhan aku tahu dan percaya
Engkau telah menjaga ibu di saat ak tak ada
Engkau sangat menyayangi ibu, melebihi kasih sayangku
Tuhan, terimakasih
terimakasih atas kesempatan hidup dan menjalani kehidupan ini
Selasa, 27 Maret 2012
Rizqi memang sudah diatur olehNya, entah rasa kurang bersyukur atau belum menemukan sesuatu yang pas saja, sehingga ak selalu bingung dalam mencari sumber rizqi yang tidak hanya menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan tapi juga kepuasan batin yang mampu memberikan ketenangan.
Ibuku bilang ak memang harus bersyukur dengan apa yang aku dapatkan saat ini, secara materi memang, ak sangat bersyukur kepada Tuhan karena ak tidak pernah dalam kondisi kurang, Alhamdulillah. Tapi entah kenapa begitu banyak yang membuat hati ini merasa tidak nyaman. Bekerja dengan saudara memang sepertinya lebih banyak susahnya daripada tidak, karena di sini lebih mudah untuk timbul konflik, terutama yang berhubungan dengan perasaan.
Mungkin ibuku dan saudaraku hanya melihat dari satu sisi yaitu materi, tapi ada ga yah terfikir oleh ibu dan saudaraku, kalau dengan pekerjaanku saat ini tidak memberikan kebahagiaan secara batin?(hehe ke org da married aja ngomong kebutuhan batin), banyak hal yang membat au tidak nyama di sini. Aku merasa terpaksa dengan pekerjaan yang aku pikir beresiko besar karena bberhubungan dengan kejujuran atas informasi yang diberkan kepada masyarakat, tapi yang terjadi, banyak hal yang harus aku jalani dengan tidak jujur karena tidak sesuai dengan prosedur.
Saya merasa tertekan dengan kondisi di mana saya dihadapkan pada orang-orag yang selalu menilai segala sesuatu dengan uang, saya jenuh,saya sangat ingin menemukan kondisi di mana saya bisa lebih banyak bermanfaat untuk orang lain, saya tau uang memang segalanya, karena tidak ada sesuatu yang bisa didapat tanpa uang, tapi uang bukan tujuan hidup saya.
Saya rindu suasana di mana saya isa punya banyak saudara dari arti sebuah persahabatan, saya ingin di mana saya melihat dan dilihat bukan dari pekerjaan dan uang yang dihasilkan
.